Married By Accident

Married By Accident

Author:Rezqy_Davina

Roman Dewasa | Finished

Introduction
Gio sama sekali tidak menyadari apa yang telah dilakukannya kepada pembantu cantik di rumahnya, yang baru-baru ini saja ia bekerja. Dengan keadaan mabuk berat setelah berpesta dengan pacar dan teman-temannya, mengingat perayaan karena dirinya baru saja memperoleh untung besar dari perusahaan yang Gio bangun dengan susah payah. Namun, malam menyakitkan dan buruk bagi Vio datang ketika para teman Gio membawa Gio yang sedang mabuk parah dengan keadaan di rumah tersebut hanya ada dirinya dan juga Gio. Awalnya Vio menganggap biasa saja kalau tuannya ini sedang mabuk berat dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup, tetapi disaat Vio ingin berbalik setelah merapihkan beberapa barang yang di bawa Gio. Tangannya langsung saja ditarik erat oleh Gio sembari tuannya itu mengucapkan nama pacarnya. Malam buruk itu membuat Vio trauma dan sebisa mungkin ia sembunyikan kesedihannya, tetapi memang seperti pepatah sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. "Apa?! Ini tidak mungkin benar!" teriak Vio di dalam kamar mandi seraya melihat alat tes kehamilan.
Show All▼
Chapter

[Selamat Membaca]

~~~

Malam hari yang terdengar gemuruh hujan dan petir, menghiasi malam kesepian Vio yang sudah lelah melakukan pekerjaannya. Malam istirahat di rumah majikannya ia habiskan dengan membaca buku novel kesukaannya dengan ditemani secangkir teh hangat.

Vio adalah seorang pembantu yang baru saja bekerja di rumah besar ini, kedatangannya yang dari desa terpencil untuk mencari pundi uang di kota besar memang menghasilkan lebih bagus daripada ia bekerja di desa.

Tidak tanggung-tanggung bahkan gaji yang pertama ia dapatkan setara dengan dua bulan ia bekerja di desa. Tinggal bersama dengan majikan pria awalnya membuat dirinya takut tapi ketika melihat betapa dinginnya sikap sang majikan Vio merasa lega dan mulai menyesuaikan dirinya di tempat baru.

Majikannya yang bernama Gio memang tidak terlalu mempedulikan kerja keras Vio, karena memang yang menginginkan Vio bekerja di sini bukanlah darinya melainkan dari orang tua Gio.

Orang tua Gio mengatakan untuk Vio bisa mengawasi pergaulan anaknya selama di rumah tersebut, karena masalah pekerjaan yang mengharuskan orang tua Gio untuk tinggal di luar negeri.

Vio melihat kembali ke jam dinding di kamarnya, sudah tepat tengah malam namun belum ada satupun bel yang berbunyi untuk menandakan majikannya sudah pulang, Vio sangat resah mengingat amanat ibu Gio untuk mengawasi anak sulungnya tersebut.

"Ck," decak Vio khawatir.

Vio akhirnya berusaha untuk menelfon Gio kalau sekiranya memang majikannya itu akan menginap di suatu tempat, tanpa harus membuatnya khawatir.

Karena tidak ada balasan dari Gio, akhirnya Vio memutuskan untuk tidur saja mengingat dirinya yang sudah sangat lelah karena telah bekerja seharian untuk membersihkan rumah besar ini.

***

Di lain tempat Gio sedang menikmati waktu pestanya bersama sang pacar dan juga kolega yang sekaligus temannya. Ia sendiri yang mengadakan pesta besar-besaran ini untuk merayakan kesuksesan dari perusahaan yang ia bangun.

"Gio, handphonemu terus berdering. Angkatlah!" ujar temannya yang melihat telpon genggam milik Gio bergetar di meja yang penuh dengan botol alkohol.

"Ah itu tidak penting!" tolak Gio mengubris permintaan temannya, yang dibalas dengan anggukan santai.

Suasana dalam klub pesta ini sangatlah meriah dan juga panas, terdapat temannya yang sudah berhasil membawa wanna ke sebuah kamar entah untuk melakukan apa, bahkan ada yang sedang berdansa seksi dengan iringan musik yang cukup memekakkan telinga.

Gio tersenyum kepada Bianca, wanita yang baru saja menjadi pacarnya beberapa minggu lalu. Gio mengenali Bianca karena dulu Bianca bekerja menjadi penari seksi dari beberapa tempat klub yang pernah Gio datangi, melihat kepopuleran Bianca dan juga tubuh seksi Bianca mampu menaikkan hasrat Gio hingga akhirnya ia bisa memacari wanita seksi tersebut.

"Sayang, kenapa kau meminum dikit sekali?" tanya Bianca yang saat ini sudah berada di pangkuan Gio seduktif.

"Aku hanya tidak ingin minum banyak karena aku ini akan menyetir pulang sendiri," jawab Gio.

"Tenang saja, toh banyak temanmu yang akan mengantar hingga ke rumah. Ayo minumlah yang banyak karena aku ingin kau mabuk dengan wajah seksimu itu," Bianca berusaha membujuk Gio.

Gio terkekeh mendapati bujukan seksi tersebut dari pacarnya, mau tidak mau akhirnya ia menyetujui keinginan sang pacar untuk bisa meminum sekaligus tiga gelas minuman beralkohol tinggi.

"Teman-teman! Lihat pacarku dia akan meminum tiga gelas sekaligus, beri dia tepuk tangan untuk keberaniannya!" teriak Bianca menarik para perhatian semua orang di dalam pesta.

Gio tersenyum, ia semakin ditantang dengan beberapa pasang mata yang ingin melihat aksi bodohnya ini. "Bi, aku tidak mengatakan setuju akan minum tiga gelas." bisik Gio di telinga Bianca, namun sang pacar menghiraukan ucapan Gio.

Bianca sudah asik dengan kegiatannya yang menaruh alkohol ke dalam tiga gelas di atas meja.

"Kau keren Gio!"

"Ayo, lakukan!"

"Gio! Gio!"

Sorakan para hadirin pesta sangat menginginkan aksi Gio, keadaan pesta sudah sangat ramai dan berisik dengan sorak-sorai semangat. Gio menjadi tidak berkutik untuk bisa menolak, lagipula ia juga tidak ingin di bilang pecundang.

Gio menaiki meja agar semua orang bisa melihat aksinya, ia meneguk satu gelas pertama dan langsung saja mata yang berkunang-kunang dan sakit kepala tapi Gio tetap memaksakan untuk minum hingga gelas ketiga.

Setelah selesai meminum Gio menghancurkan ketiga gelas tersebut dibarengi dengan teriakan dan pujian untuk Gio, atas aksi hebatnya. Gio sudah mulai terhuyung jika saja tidak dibantu turun oleh pacar dan temannya.

Bianca yang bangga melihat Gio dengan berani dan mau menuruti keinginannya itu mengecup kecil bibir Gio, semata-mata Bianca melakukannya agar ia bisa mendapatkan julukan pacar dari sang pemberani.

"Aku cinta padamu," ucap Bianca setelah melepaskan pagutan bibirnya.

"Aku juga, Babe." balas Gio dan kembali menarik tengkuk Bianca agar terus menempelkan bibir manis sang pacar ke dirinya.

"Bianca, pacarmu sungguh hebat!" sahut temannya yang membuat Bianca tersipu sekaligus senang.

Lalu mereka melanjutkan pesta hingar-bingar seakan melupakan dan melampiaskan segala kelelahan yang dimana berujung menjadi sebuah petaka bagi Gio.

***

Setelah selesai dengan pesta yang begitu meriah dan sangat ramai, membuat Gio sudah seperti tidak sadarkan lagi karena ia sudah begitu banyak dipaksa minum oleh pacarnya.

Ketika sang teman ingin mengantarnya pulang, tanpa sengaja Gio memuntahkan kembali isi perut ketika sudah berada di luar klub.

"Kau ini jorok sekali," ujar temannya yang melihat Gio dengan wajah menyedihkan saat ini.

"Bianca, bianca," racau Gio tanpa tau kalau ia sudah berjumpa dengan Bianca dan wanita itu sudah kembali berpesta dengan teman-teman gadisnya.

Sang teman akhirnya berhasil memaksakan Gio untuk masuk ke dalam mobil lalu mulai menyalakan mobil, untuk membawa teman sekaligus koleganya pulang.

~~~

Jangan lupa ikuti dan terus baca ceritaku ini ya!