ANAK CEO TAMPAN

ANAK CEO TAMPAN

Author:Gontenk

CEO | Finished

Introduction
CANDICE TELAH DI JEBAK OLEH PRIA BRENGSEKK DENGAN PRIA SEMBARANGAN, EMPAT TAHUN KEMUDIAN KEMBALI KE DALAM NEGERI DAN MEMBAWA ANAK KECIL IMUT, JENIUS DAN TAMPAN..TANPA SENGAJA BERTEMU DENGAN SOSOK AYAH ANAKNYA.. CANDICE BERENCANA MEMBALAS DENDAM KE MANTAN SUAMINYA.AKANKAH MEREKA BERAKHIR BAHAGIA
Show All▼
Chapter

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.

Tolong berikan like dan komen.

Haappy reading

...

Panas......

Sekujur tubuhku terasa panas bagaikan sedang dipanggang di atas bara api.

Candice Cheng dengan kepala yang pusing dan pandangan yang kabur pergi menggenggam tangan seseorang.

Candice Cheng ingin meminta pertolongan, di dekat hidungnya tercium aroma seorang lelaki yang pekat, terhembus ke dirinya, mulut mungilnya yang terbuka sedikit telah disumpal dengan paksa.

Instingnya mengatakan untuk melakukan perlawanan, tapi, sang pria tidak memberikannya kesempatan sama sekali, tubuhnya mendekat, memisahkan kedua kelopak bibirnya, menelan seluruh dirinya.

Reaksi menolak ciuman dari seorang pria asing dan melakukan perlawanan yang seharusnya dilakukan......

Tapi, kenapa tubuhnya malah penuh dengan gairah?

Sedetik kemudian, terasa sebuah rasa sakit bagaikan telah robek dari bagian bawah tubuh......

Sebuah rasa yang begitu sakit menyerangnya......

Di pagi hari.

Cahaya matahari yang berwarna keemasan menembus kaca jendela menyinari tirai jendela yang megah, menerangi seluruh hiasan dan perabotan ruangan......

Terdapat baju yang berserakan di atas karpet putih, dan samar-samar terkandung suatu aroma khas sehabis percintaan yang panas di udara.

Di atas ranjang, terlihat sesosok tubuh wanita yang ramping dengan selimut yang tidak menutupi seluruh bagian tubuhnya.

Sebuah wajah oval yang indah, dengan paras yang menawan, kulit putih bagaikan salju, dan rambut hitam pekat yang menutupi bahunya, samar-samar bisa terlihat sebuah bekas merah akibat sentuhan yang kasar.

Bagaikan bunga cherry sedang bermekaran di sekujur tubuhnya.

Di tengah kepulasan tidurnya, secara perlahan, Candice Cheng mendengar suara terbukanya pintu yang kuat, meskipun dirinya sangat tidak ingin membukakan mata, tapi, pikirannya tetap memaksa dirinya untuk bangun.

Candice Cheng membukakan matanya.

Di luar pintu yang megah, terlihat wajah Andreas Lu suaminya yang begitu galak dan mengerikan, dan disampingnya juga terdapat ibu mertua dan adik iparnya dengan ekspresi yang sangat kaget.

"Andreas......" Candice Cheng menggosok-gosok matanya, ketika pandangan matanya terjatuh pada seprei ranjang, selimut, lantai, dan seluruh ruangan, pikiran Candice Cheng sempat hampa untuk sejenak.

Ini bukanlah kamarnya, di mana ini?

"Andreas...... Di mana ini?" Candice Cheng bertanya terhadap seorang pria yang berdiri di samping pintu dengan ekspresi wajah yang murung.

Andreas Lu tertawa dingin sejenak, wajah yang tampan penuh dengan kesinisan, bertanya dengan keras, "Kamu masih punya muka untuk menanyakanku ini di mana, seharunya kamulah yang katakan, dengan pria prostitusi mana kamu menginap semalam!"

Pria prostitusi?

Candice menyipitkan matanya, dengan teliti mengingat apa yang telah terjadi semalam, tapi dia sudah tidak mengingat apapun lagi, memori terakhir yaitu telah meminum sedikit bir dengan Debby di sebuah caffee.

Tepat pada saat ini, terlihat adik iparnya Angie Lu dan ibu mertuanya Sherry Chen masuk ke dalam dari belakang Andreas Lu, sang ibu berkata terhadap putri disampingnya, "Angie, fotolah dengan baik, foto dengan jelas penampilan kakak iparmu yang telah bersetubuh dengan pria lain."

Bersetubuh dengan pria lain? Kepala Candice C seketika hampir meledak.

"Aku...... Aku tidak begitu......" Candice Cheng menggelengkan kepalanya sekuat tenaga, hendak menjelaskannya.

Tapi pada saat ini, ibu mertuanya Sherry Chen berjalan ke samping ranjang, dan menarik rambut panjangnya, lehernya tertarik dan merasa kesakitan, lalu memperlihatkan dada yang terus tertutupi oleh rambut panjang, di leher, terdapat belasan jejak ciuman yang menusuk mata, terpapar dengan jelas.

"Fotolah, foto dengan jelas." Sherry Chen berkata terhadap putrinya.

Angie Lu sambil memfoto dengan antusias, sambil tertawa sinis, "Kakak ipar, betapa bahagianya kamu semalam!"

Candice menundukkan kepala karena merasa sangat sakit, melihat bekas-bekas di dadanya yang entah kapan telah terbentuk, pikirannya telah muncul gambaran yang memalukan, dia mengira itu adalah sebuah mimpi......

Ternyata bukan.

Candice Cheng dengan panik pergi melihat wajah Andreas Lu yang tampan, tapi terlihat wajah sang pria begitu murung, dengan pandangan mata yang dingin dan tajam menatapnya, tatapannya bagaikan sedang menatap setumpuk sampah, "Bagus sekali, Candice Cheng, baru saja menikah selama setengah tahun, kamu bahkan sudah berani untuk berselingkuh, aku tidak peduli dengan siapa kamu melewati hari malam kemarin...... tapi persiapkanlah dirimu baik-baik untuk perceraian!"

Setelah melontarkan perkataan ini, dia tidak lagi sudi untuk melihat Candice Cheng lebih lama dan membalikkan badan pergi meninggalkan tempat.

Raut wajah Candice Cheng, seketika menjadi pucat pasi.

Cerai?

"Tidak, Andreas, dengarkan aku...... bukan seperti itu......" Seluruh tubuh Candice Lu masih tidak mengenakan pakaian, lalu buru-buru menarik selimut menutupi tubuhnya, hendak pergi mengejar.

Tapi pada saat ini, badannya telah di tarik dan dihempaskan ke ranjang dengan kuat oleh sebuah tenaga, yaitu oleh ibu mertuanya Sherry Chen, Candice Cheng dengan kaget menatapnya, "Ma......"

"Kamu tidak berhak memanggilku mama, dasar siluman rubah yang tidak tahu malu, beraninya kamu berselingkuh dengan pria lain di balik punggung putraku, sungguh telah mempermalukan seluruh wajah keluarga kami, aku katakan padamu, keluarga kami tidak akan pernah bisa menerima keberadaan wanita gampangan seperti kamu."

"Ma, aku telah selesai memfotonya." Angie Lu dengan bangga berkata sambil menggenggam ponselnya.

"Candice , di ponselnya Angie telah memiliki bukti atas perselingkuhanmu, kalau kamu sadar diri, segeralah bercerai dengan Andreas Lu, kalau tidak, aku akan mengirimkan fotomu ini kepada pengacara, dan menyatakan perceraian."

Andreas Lu membukakan pintu mobil Porsche, di posisi kursi samping pengemudi, terdapat sesosok orang dengan tubuh yang ramping duduk disana, melihatnya telah masuk ke dalam, bibir merahnya membentuk sebuah lekukan senyuman, "Kak Andreas? Apakah rencananya berhasil?"

Andreas Lu mengulurkan tangan, dan memeluknya, menekan kepala sang gadis, dan menciumnya dengan ganas, sepasang tangan sang gadis mengelilingi leher dia, langsung menciumnya dengan tidak rela untuk berpisah.

Setelah sebuah ciuman panas telah berlalu, Andreas Lu dengan lembut menempelkan keningnya dengan kening sang gadis sambil tersenyum.

"Debby, dalam waktu dekat, aku sudah akan bisa meminangmu."

"Hmm, aku telah menantikan ucapan seperti ini darimu begitu lama."

Setelah mengatakannya, Debby memegang wajahnya yang tampan, dan mengambil inisiatif untuk mendekatkan diri kearahnya menciumnya